MENGAKRABKAN SAINS DENGAN MEDIA

Apa perbedaan antara sains dan media? Sangat banyak tentunya perbedaan yang menjelaskan pengertian keduanya. Hal ini karena media berasal dari bahasa latin medius yang berarti “tengah”, perantara atau dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2002 : 3), berupa sarana komunikasi dalam bentuk cetak, video, audio, maupun online, sedangkan sains, berdasarkan webster new collegiate dictionary adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum – hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam. Satu hal lagi, perbedaan antara media dan sains ialah persepsi orang dalam mencerna kedua hal tersebut, khususnya orang Indonesia, yang secara tidak sadar mencerminkan “alergi” atau kurangnya minat dan kesadaran akan pentingnya sains. Contoh sederhananya, coba saja cerna definisi media dan sains diawal paragraf ini. Nuansa apa yang pembaca secara umum rasakan ketika membandingkan definisi antara keduanya?

Perbedaan tadi tentu tidak menarik untuk di diskusikan, dan yang memicu pemenuhan kebutuhan diskusi justru pertanyaan: Apa hubungan sains dan media? Melihat fenomena kemajuan sains yang menjadi pilar kemajuan dan kemandirian suatu bangsa, seperti yang terjadi di China, Jepang, Jerman, bahkan mantan negara berkembang sekaliber India, menjadi sangat menarik dan  penting untuk mendiskusikan dua entitas yang seakan berbeda ini, namun menyimpan relasi antara keduanya: sebuah relasi pertemanan.

Sangat menarik, melihat pengaruh media yang begitu penting dan cepatnya merasuki kehidupan seseorang atau sekelompok  masyarakat. Wajar saja mengingat saat ini merupakan era teknologi informasi. Simaklah bagaimana masyarakat saat ini lebih terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang di media massa seperti koran dan berita televisi. Perhatikan pula bagaimana remaja, dan bahkan berbagai kalangan terbius oleh arus media jejaring sosial seperti facebook, twitter, plurk dan lain-lain. Hal-hal tersebut cukup luas menjangkau berbagai lapisan masyarakat, melintasi batas pulau, kota, dan desa ditanah air. Fenomena itu menunjukkan bahwa media begitu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat saat ini.

Berdasarkan hal diatas maka sains harus akrab dengan media agar wawasan sains benar-benar masuk ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga timbul manfaat dari pemahaman sains yang tinggi. Hal inilah yang tercipta di negara-negara maju seperti Jepang. Sebagai negara maju, masyarakat Jepang secara umum memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena minat baca dan rasa ingin tahu masyarakatnya yang tinggi, serta didukung oleh banyaknya bahan bacaan mengenai sains. Buku-buku ini tidak hanya berupa text book yang digunakan oleh mahasiswa dan pelajar, tetapi juga berupa buku sains yang ditulis secara populer, yang ditujukan untuk masyarakat luas. Selain itu, media masa, baik media cetak maupun media elektronik, juga memberikan kontribusi yang banyak dalam peningkatan pengetahuan masyarakat Jepang, melalui pemberian informasi di bidang sains. Bercermin dari Jepang, ternyata sains dan media merupakan kolaborasi yang mengantarkan masyarakat Jepang menjadi mandiri dan maju seperti saat ini.

Di Indonesia, tingkat pengetahuan dan minat pada sains masih rendah. Salah satu diantara penyebabnya adalah kurangnya informasi mengenai sains yang mudah didapatkan, baik berupa media masa cetak ataupun informasi yang disajikan oleh media elektronik seperti TV. Oleh karena itu, perlu media yang gencar menyampaikan informasi dan pengetahuan tentang sains, misalnya berupa buku, tayangan televisi, artikel di media cetak dan media online. Buku sains populer dan artikel di media cetak memang sudah ada ditengah-tengah masyarakat kita, namun jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan di negara-negara maju.

Kemandirian serta daya saing bangsa akan terangkat, bila pendidikan dan penelitian sains mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Pendidikan secara umum dan meyeluruh bagi masyarakat ialah melalui media, khususnya media massa. Penyampaian media untuk membudayakan sains pada masyarakat akan mampu menciptakan motivasi berkarya dan sikap mandiri masyarakat dalam memecahkan permasalahan serta mencapai cita-cita bangsa, karena sumber daya alam yang potensial telah kita miliki, dan sumber daya manusia kita bukan tak mampu untuk menciptakan dan menemukan buah sukses dari pohon bernama sains. Sudah saatnya sains meyebar dan meresap kedalam kehidupan masyarakat melalui sentuhan yang membelajarkan melalui media. Ya, sains harus lebih akrab berteman dengan media.

Indismart

IndiSmart merupakan website yang diperuntukkan sebagai media belajar online. Bertujuan untuk menciptakan nuansa belajar yang menarik dan interaktif, melalui konten-konten pembelajaran yang bersifat animasi dan terbentuknya komunitas online untuk berbagi informasi.

 

Indismart memiliki visi yaitu menjadi content developer terdepan dan inovatif melalui pengembangan berbagai konten pembelajaran multimedia dan turut berperan serta dalam mencerdaskan bangsa.

Misi mereka dalam mencapai visinya adalah sebagai berikut :

  • Mengembangkan konten pembelajaran yang memadukan antara metode pembelajaran yang efektif dan fitur media yang interaktif.
  • Mengembangkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang aktif dan kreatif agar dapat berperan dalam membuat konten pembelajaran yang kreatif.
  • Memasyarakatkan konten yang mendidik untuk memacu peningkatan kualitas pembelajaran.

IndiSmart sangat tepat digunakan sebagai sarana belajar bagi para siswa yang menginginkan belajar dengan lebih menyenangkan. Hal ini dimungkinkan dengan adanya konten antarmuka yang mudah dipahami dan juga disertai dengan animasi gambar serta suara.

Dengan konten yang interaktif dan penambahan berkala konten-konten baru setiap bulannya untuk setiap tingkat SD,SMP dan SMA, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pelajaran dengan lebih cepat. Berbagai pengembangan pun terus-menerus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas konten guna meningkatkan kecerdasan para siswa.

Belajar! Ingat IndiSmart

Selamat mencoba. . .

Silahkan klik disini

Rumah Belajar

Rumah Belajar adalah website yang memfasilitasi semua kalangan masyarakat baik pendidik, peserta didik, atau siapapun yang ingin belajar secara online. Website ini merupakan website resmi dari kemendikbud. Silahkan mendaftar terlebih dahulu untuk bisa menjadi user sehingga dapat menikmati semua fasilitas yang ada. Selamat mencoba. . .

Ini link-nya http://belajar.kemdikbud.go.id/

Our Victory is Our History

Rangkaian ujian (Ujian Praktek, Ujian Sekolah dan Ujian Nasional) yang dihadapi siswa kelas XII SMAN 1 Gamping bermuara pada ujian sesungguhnya di Purna Wisuda SMAN 1 Gamping. Mengapa? Karena setelah perpisahan ini dunia baru akan menjadi ujian kedewasaan, dimana lulusan SMA N 1 Gamping semakin dekat pada kehidupan nyata, bermasyarakat, bernegara dan beragama.

Untuk melepas kesuksesan siswa-siswi kelas XII yang tahun ini lulus 100 persen, pihak sekolah dan pengurus OSIS SMAN 1 Gamping menyelenggarakan acara Purna Wisuda yang menjadi momen perpisahan mereka dengan sekolah tercinta. Purna Wisuda ini diadakan pada hari sabtu, 8 Juni  Pukul 09.00, bertempat di aula Dusun Banyuraden.

Selain siswa-siswa SMAN 1 Gamping para dewan guru beserta anggota komite sekolah pun hadir pada acara ini. Bahkan pereakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman hadir dan menyampaikan kebanggaannya pada SMAN 1 Gamping atas raihan kelulusan 100 % tahun ini pada sambutannya.

Rangkaian acara perpisahan ini di awali dengan kehadiran para wisudawan dan wisudawati beserta Dewan Guru yang dikawal oleh penari. Tak lama, Sang penari yang merupakan siswa SMAN 1 Gamping  membuka acara dengan keindahan gerakanya. Setelah itu paduan suara siswa-siswi SMAN 1 Gamping menggemakan nuansa kebangsaan lewat Indonesia Raya, Hymne Guru, serta Mars SMAN 1 Gamping.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penghargaan kepada para siswa kelas XII yang berprestasi dan pengalungan shamir pada setiap wisudawan oleh Bapak Drs. Yunus, selaku Kepala SMAN 1 Gamping. Acara berlangsung dengan khidmat dan sendu ketika dibacakan ikrar Panca Satya oleh salah satu perwakilan siswa SMAN 1 Gamping yang merupakan lulusan terbaik tahun ini. Ikrar ini memantapkan niat dan langkah putra-putri terdidik bangsa ini untuk menapaki tantangan kehidupan, untuk almamater, bangsa, dan agama. (kkn-ppl uny ’13)

Foto saat pengalungan Shamir oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Gamping